Zelenksyy Ungkap Rusia Telah Melakukan Ekosida

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Rusia telah melakukan ekosida terhadap wilayah yang diinvasi dan berdampak buruk jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, ia menyerukan bantuan jangka panjang untuk memperbaiki kerusakan lingkungan sekaligus membersihkan ranjau tersembunyi di wilayahnya.
Dilansir dari president.gov.ua, Rabu (14/12), dalam videonya saat melakukan pertemuan virtual dengan parlemen Selandia Baru, Zelenskyy menjelaskan bahwa invasi Rusia yang telah memasuki bulan ke-10 ini telah mencemari hutan seluas tiga juta hektar. Ia mendesak Selandia Baru yang disebutnya sebagai pendukung setia Kyiv, untuk memimpin upaya diplomasi di PBB dan komunitas internasional lain untuk memulihkan keamanan lingkungan Ukraina.
“Tiga juta hektar hutan di Ukraina terdampak peperangan. Puluhan sungai tercemar. Ratusan tambang batu bara terendam banjir. Lusinan perusahaan paling berbahaya, termasuk perusahaan kimia, dihancurkan oleh serangan Rusia,” ujar Zelenskyy.
Ia menegaskan wilayahnya juga telah terkontaminasi ranjau termasuk Laut Azov dan Laut Hitam. Menurutnya, semua tindakan ini merupakan bentuk ekosida, sebuah upaya terencana untuk memusnahkan ekosistem oleh Rusia.
“Sampai sekarang 174.000 kilometer persegi wilayah Ukraina terkontaminasi ranjau dan bom yang belum meledak. Semua ini manifestasi dari kebijakan ekosida Rusia, yang akan berdampak negatif bagi jutaan orang,” lanjutnya.
Selandia Baru sejauh ini telah memasok Kyiv dengan peralatan dan pelatihan militer dalam jumlah yang cukup banyak dan mengerahkan lebih dari 100 personel ke Eropa untuk memberikan pelatihan kepada Angkatan Bersenjata Ukraina tentang pertempuran infanteri.
Baca: Latma YS 83 Jepang-AS Tingkatkan Interoperabilitas di Indo-Pasifik
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, dilansir dari AFP, mengatakan bahwa negaranya akan membantu upaya menyingkirkan ranjau dan membangun kembali ekosistem negara Ukraina. Jacinda juga akan memberikan tambahan bantuan kemanusiaan sebesar $2 juta untuk membantu Ukraina menghadapi musim dingin.
“Saya mendengar seruan Anda tentang dukungan lebih lanjut, terutama seputar dampak perang jangka panjang terhadap lingkungan. Kami bersama Anda saat Anda mencari perdamaian. Kami juga akan bersama Anda saat Anda membangun kembali,” kata Arden. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































