INTERNASIONAL

Usulan Trump Gaza Jadi Zona Perwalian di Bawah Kendali AS

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Dok. whitehouse.gov)

Jakarta, IDM – Beredar di lingkaran pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebuah dokumen yang membahas rencana pascaperang Gaza.

Dari dokumen sepanjang 38 halaman yang didapatkan The Washington Post, menyebut Trump mengusulkan perubahan drastis wilayah tersebut menjadi zona perwalian di bawah kendali AS selama setidaknya 10 tahun.

Di dokumen itu, Gaza digambarkan akan disulap menjadi pusat pariwisata, manufaktur dan teknologi canggih.

Baca Juga: Indonesia–Australia Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan 2+2 di Canberra

Bahkan, dokumen tersebut juga menyiapkan skenario relokasi sementara lebih dari dua juta penduduk Gaza, baik keberangkatan sukarela ke negara lain, maupun pemindahan ke zona terbatas selama rekonstruksi berlangsung.

Warga yang punya tanah akan diberikan token digital oleh yayasan pengelola perwalian sebagai ganti hak pembangunan kembali.

Disebutkan dalam dokumen, token bisa dipakai untuk membiayai hidup di luar negeri atau ditukar dengan unit apartemen di enam hingga delapan kota pintar bertenaga AI yang direncanakan berdiri di Gaza.

Bagi warga yang memilih pindah, terdapat paket kompensasi berupa uang tunai US$5.000, subsidi sewa selama empat tahun serta tunjangan makanan selama satu tahun disiapkan.

Baca Juga: Israel Kirim Serangan Udara ke Damaskus, Tewaskan 6 Tentara

Adapun rencana zona perwalian di bawah AS tersebut diberi nama Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust (GREAT Trust).

Nama GREAT Trust digagas oleh tim Israel yang sebelumnya mendirikan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) dengan dukungan AS dan Israel.

Terkait perhitungan finansial, rencananya akan disiapkan tim konsultan yang bekerja untuk Boston Consulting Group (BCG).

Saat dikonfirmasi terkait rencana tersebut, pejabat AS yang mengetahui hal itu menolak untuk berkomentar.

Sementara BCG menyatakan keterlibatan mereka tidak pernah disahkan secara resmi.

Baca Juga: PBB: Lebih dari 36.000 Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Akibat Serangan Terbaru Israel

Sebelumnya, Trump mengadakan pertemuan di Gedung Putih untuk membahas opsi mengakhiri perang Gaza yang hampir dua tahun berlangsung pada Rabu (27/8).

Rapat tersebut dihadiri Menlu AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, mantan PM Inggris Tony Blair, serta Jared Kushner. Tidak ada keputusan resmi diumumkan, namun Witkoff menyebut pemerintah memiliki rencana yang sangat komprehensif.

Dua sumber menyatakan, elemen kunci GREAT Trust sengaja dirancang untuk mewujudkan visi Trump tentang Gaza sebagai Riviera Timur Tengah. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.