Usai Uji Coba Rudal, Korut Tegaskan akan Tingkatkan Upaya 'Membela Diri'

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa mereka akan terus membangun "kemampuan membela diri" di tengah ancaman militer akibat berbagai latihan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) di Semenanjung Korea.
"Korut akan lebih mengintensifkan upaya praktisnya untuk mencegah ancaman militer dari pasukan musuh dan menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut yang tidak disebut namanya, melansir KCNA, media pemerintah Korut, Senin (4/11).
Lebih lanjut, dikatakan bahwa Washington dan Seoul telah menggelar "berbagai macam rencana perang lebih dari 20 kali" di tahun ini. Sehingga, tidak ada pilihan bagi Korut selain membangun deterens nuklir.
Baca Juga: Respons Ancaman Rudal Korut, AS, Korsel dan Jepang Gelar Latma Udara
Dalam pernyataan terpisah, Kim Yo Jong, pejabat tinggi Korut sekaligus adik Presiden Kim Jong Un, juga menegaskan berbagai uji coba rudal ditujukan untuk "pertahanan diri."
Pada Kamis lalu, Korut uji coba rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat baru bernama 'Hwasong-19'. Uji coba itu dilakukan di tengah kekhawatiran global terkait pengerahan pasukan Korut ke Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































