Usai Tangkap Maduro, Trump Sebut Venezuela akan Serahkan 30 Juta Barel Minyak ke AS

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemerintahan sementara Venezuela telah setuju untuk menyerahkan sekitar 30 dan 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi ke AS.
"Saya senang mengumumkan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang dikenai sanksi, kepada AS," kata Trump melalui platform media sosial miliknya Truth Social, Rabu (7/1).
Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda Akhiri Misi TNI di MTF UNIFIL Lebanon dengan Kehormatan
"Minyak ini akan dijual dengan harga pasarnya, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden AS, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan telah menugaskan Menteri Energi AS Chris Wright agar minyak itu segera diangkut dengan kapal langsung ke dermaga bongkar muat AS.
Baca Juga: Inggris dan Prancis Siap Kirim Pasukan ke Ukraina Pascakonflik
Sebelumnya, AS melancarkan serangan udara ke Venezuela utara, termasuk sistem pertahanan udara dan infrastruktur komunikasi. Sementara, pasukan operasi khusus menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Dalam persidangan pertama atas tuduhan terkait narkoba dan senjata, Maduro dan Flores mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut. Sementara, pemerintahan Trump menggunakan 'Doktrin Monroe' sebagai pembenaran intervensi militer AS ke Venezuela. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































