INTERNASIONAL

Usai diselidiki, Badan Investigasi Rusia Konfirmasi Kematian Prigozhin

Prigozhin
Prigozhin bersama kelompok tentara bayaran Wagner saat bertempur di Ukraina (Foto: Telegram/Wagner Group)

Jakarta, IDM - Komite Investigasi Nasional Rusia mengatakan bahwa tes genetik yang dilakukan telah mengkonfirmasi bahwa Yevgeny Prigozhin, pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, memang benar menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat pada beberapa waktu lalu.

"Sebagai bagian dari penyelidikan kecelakaan pesawat di wilayah Tver, pemeriksaan genetik molekuler telah selesai,” kata Komite Investigasi Rusia melansir The Moskow Times, Senin (28/8).

Baca Juga: Kremlin Tolak Tuduhan Pembunuhan Pemimpin Wagner: Kebohongan Mutlak

Lebih lanjut, mereka juga membenarkan data dari Badan Penerbangan Rusia yang sebelumnya mempublikasikan nama 10 orang yang berada di pesawat bisnis Embraer-135 (EBM-135BJ) yang jatuh di wilayah Tver. Diantara korban itu termasuk Prigozhin dan Dmitry Utkin, tangan kanannya yang membantu mendirikan grup Wagner.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, identitas 10 orang yang tewas telah diketahui. Mereka sesuai dengan daftar yang tercantum dalam laporan Badan Penerbangan," katanya.

Baca Juga: Australia dan Filipina Gelar Latihan Bersama di Laut Cina Selatan

Sementara, kelompok pro-Wagner berspekulasi mengenai kebenaran kematian Prigozhin. Dugaan itu muncul karena ia merupakan sosok yang menginisiasi pemberontakan di Rusia pada Juni lalu. Kala itu, Prigozhin bersama pasukan Wagner berupaya menggulingkan kepemimpinan Kementerian Pertahanan Rusia.

Kini tentara bayaran Wagner disebut telah meninggalkan Ukraina dan beberapa pindah ke negara tetangganya yaitu Belarus. Langkah itu dilakukan atas kesepakatan yang dibentuk untuk mengakhiri pemberontakan mereka.

Selain itu, muncul dugaan dari para pengamat militer Rusia yang menyebut sebagian tentara Wagner akan bergabung dalam Angkatan Bersenjata Rusia. Disaat yang bersamaan, mungkin sebagian dari mereka juga akan bertindak atas kematian mendadak pemimpinnya. Sebab, para tentara Wagner itu memiliki loyalitas yang tinggi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.