Usai diratifikasi, Perjanjian Pertahanan Korut-Rusia Resmi Berlaku

Jakarta, IDM – Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang ditandatangani oleh Presiden Korea Utara (Korut) dan Rusia pada Juni lalu, dinyatakan resmi berlaku setelah keduanya bertukar instrumen ratifikasi.
Presiden Korut Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian itu pada 19 Juni lalu. Perjanjian pertahanan tersebut menetapkan bantuan timbal balik jika terjadi agresi terhadap salah satu pihak, maupun bantuan lainnya yang akan diberikan sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB.
Baca Juga: Menhan Korsel Mundur Usai Darurat Militer, Presiden Yoon Langsung Tunjuk Pengganti
Hubungan Korut-Rusia yang didasarkan pada perjanjian itu akan menjadi "alat keamanan yang ampuh yang meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara, meredakan situasi regional, dan menjamin stabilitas strategis internasional," tulis KCNA, laman media pemerintah Korut, Kamis (5/12).
"Ini akan menjadi kekuatan pendorong yang kuat untuk mempercepat pembentukan tatanan dunia multipolarisasi yang independen dan adil tanpa dominasi, penaklukan, dan hegemoni," tambahnya.
Baca Juga: Amnesty International Sebut Israel Terbukti Lakukan Genosida di Gaza
Perjanjian ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya dalam konteks perang Rusia-Ukraina. Korut diyakini Barat telah mengerahkan sedikitnya 10.000 pasukan ke Rusia, yang memicu kekhawatiran meluasnya perang. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































