Usai 10 Tahun Menjabat, Sekjen NATO Resmi Diganti

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg resmi mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya yang telah diemban selama 10 tahun itu kepada mantan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Selasa (1/10).
"Merupakan kehormatan besar untuk berada di sini dan memangku jabatan Sekretaris Jenderal NATO," kata Rutte usai berjabat tangan dengan Stoltenberg, melansir Nato.int, Selasa (1/10).
Baca Juga: Pasukan Israel Mulai Operasi Darat Terhadap Hizbullah di Lebanon
Lebih lanjut, Rutte berterima kasih kepada sekutu karena telah mempercayakan tanggung jawab untuk membimbing aliansi tersebut di tahun-tahun mendatang. Ia pun menguraikan tiga prioritasnya.
"Yang pertama adalah menjaga NATO tetap kuat dan memastikan pertahanan kita tetap efektif dan kredibel, terhadap semua ancaman," katanya.
Baca Juga: Putin Tandatangani Dekrit Wajib Militer Bagi 133.000 Warga Rusia
"Prioritas kedua saya adalah meningkatkan dukungan kita untuk Ukraina dan membawanya semakin dekat dengan NATO, karena tidak akan ada keamanan yang langgeng di Eropa tanpa Ukraina yang kuat dan independen," lanjutnya.
Terakhir, ia menegaskan agar NATO memperkuat kerja sama untuk menghadapi segala kemungkinan tantangan. Menurutnya, selama dibawah kepemimpinan Stoltenberg, NATO telah berkembang dan menjadi lebih erat dari sebelumnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































