Putin Tandatangani Dekrit Wajib Militer Bagi 133.000 Warga Rusia

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan wajib militer bagi 133.000 warga rusia yang dimulai 1 Oktober dan berlangsung hingga akhir tahun.
Dilansir dari Kremlin.ru, Selasa (1/10), dekrit itu menyerukan untuk melaksanakan wajib militer bagi warga negara Rusia berusia 18 hingga 30 tahun, yang tidak termasuk dalam cadangan dan wajib militer sesuai dengan Hukum Federal.
Baca Juga: Korsel Pamer Rudal Balistik Hyunmoo-5 untuk Pertama Kalinya
"Dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, wajib militer bagi warga negara Federasi Rusia berusia 18 sampai dengan 30 tahun yang tidak termasuk dalam cadangan dan wajib militer untuk dinas militer… dalam jumlah 133.000 orang. Keputusan ini mulai berlaku pada hari diumumkan secara resmi," tulis dekrit Putin tersebut.
Langkah itu dilakukan dua minggu setelah Putin menandatangani dekrit untuk menambah jumlah tentara Angkatan Darat Rusia dari 1,32 juta menjadi 1,5 juta, yang mulai berlaku pada 1 Desember 2024.
Baca Juga: Pasukan Israel Mulai Operasi Darat Terhadap Hizbullah di Lebanon
Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, alasan penambahan jumlah tentara Rusia adalah untuk mengatasi ancaman dan ketidakstabilan yang berkembang di wilayah perbatasan Rusia.
Berdasarkan laporan International Institute for Strategic Studies (IISS), penambahan ini akan menjadikan Rusia menjadi negara dengan jumlah tentara terbesar kedua di dunia setelah Cina, sekaligus melampaui Amerika Serikat (AS) dan India. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































