INTERNASIONAL

Upacara Penghormatan Digelar untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Upacara penghormatan
Upacara penghormatan dan pelepasan tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Jakarta, IDM – Tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon akan diterbangkan ke Indonesia. Sebelum kepulangan, upacara penghormatan digelar untuk tiga prajurit tersebut.

Melansir keterangan tertulis Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (3/4), upacara pelepasan dan penghormatan ketiga prajurit UNIFIL itu dilakukan di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon.

"Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia," katanya.

Baca Juga: Iran Tak Segan Eksekusi Mati Pihak yang Membantu AS-Israel

Para prajurit itu gugur di tengah serangan Israel terhadap Lebanon secara beruntun pada pada 29 dan 30 Maret lalu. Serangan itu mendapat kecaman dari berbagai negara, yang mencerminkan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Dalam sidang darurat DK PBB beberapa waktu lalu, Indonesia juga telah menuntut adanya penyelidikan langsung secara menyeluruh dan transparan oleh PBB terkait insiden itu, dan bukan sekadar dari alasan Israel.

"Pemulangan jenazah diharapkan dapat dilakukan dalam pekan pertama April 2026. Proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam," tulis Kemlu.

Baca Juga: Satgas Yonmek TNI akan Berangkat ke Lebanon untuk Misi Perdamaian

"Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan," jelasnya.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan proses pemulangan para prajurit. Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara. Para prajurit yang gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon.

"Pengabdian mereka menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Banjirnya ucapan dukacita dan dukungan internasional bagi Indonesia merupakan bukti keberhasilan mereka mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia," pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.