UNRWA Peringatkan Gaza Butuh Bantuan Lebih Banyak

Jakarta, IDM – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan risiko yang ditimbulkan akibat aturan Israel yang membatalkan izin UNRWA dan badan kemanusiaan lainnya untuk beroperasi di Jalur Gaza serta Tepi Barat yang diduduki.
Direktur Komunikasi UNRWA Jonathan Fowler menegaskan, masyarakat di Jalur Gaza saat ini membutuhkan tambahan bantuan kemanusiaan, bukan dibatasi hingga dilarang. Ia pun melaporkan bahwa situasi di Gaza tetap mengerikan meskipun disepakatinya perjanjian gencatan senjata, karena warga Palestina terus terbunuh, bantuan tetap tidak mencukupi, dan penderitaan terus meningkat.
Baca Juga: Tekanan Trump, Kini Iran Siap Negosiasi Nuklir dengan AS
Belum lagi, kata Fowler, badai musim dingin dan penyebaran penyakit pernapasan memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. "Anak-anak adalah yang paling terdampak di Gaza, mencatat bahwa Jalur Gaza menyaksikan tingkat kehilangan anggota tubuh tertinggi di antara anak-anak di seluruh dunia," katanya melansir laman media Palestina WAFA, Senin (12/1).
Adapun, Pemerintah Netanyahu mencabut izin 37 organisasi internasional. Sehingga, mereka harus mengakhiri kegiatan kemanusiaan di Gaza hingga Maret mendatang.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Dukungan Terhadap Somalia di Forum OKI
Sementara pada tahun 2024, Parlemen Israel atau Knesset mengesahkan undang-undang yang melarang aktivitas UNRWA, dengan tuduhan bahwa beberapa staf terlibat dalam peristiwa serangan ke Tel Aviv pada 7 Oktober 2023. Namun, UNRWA membantah klaim itu dan menegaskan pihaknya telah mematuhi standar netralitas yang ketat. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































