UNRWA: Butuh 15 Tahun untuk Bersihkan Puing-puing di Gaza

Jakarta, IDM – Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa puing-puing bangunan yang hancur akibat perang di Gaza diperkirakan mencapai 40 juta ton dan butuh setidaknya 15 tahun untuk membersikan seluruh kerusakan tersebut.
“Diperlukan waktu hingga 15 tahun untuk membersihkan sekitar 40 juta ton puing-puing perang di Gaza,” kata UNRWA melalui platform X, Selasa (16/7).
Baca Juga: AS akan Kerahkan Rudal Jarak Jauh di Jerman, Rusia: Bentuk Eskalasi
Selain membutuhkan waktu lama, UNRWA mengatakan upaya pembersihan puing-puing itu pun butuh banyak biaya yaitu lebih dari US$500 juta. Selama belum dibersihkan, puing-puing tersebut menjadi ancaman bagi orang-orang di sekitarnya karena diperkirakan terdapat bahan peledak maupun zat beracun.
“Puing-puing merupakan ancaman mematikan bagi orang-orang di Jalur Gaza karena mengandung persenjataan yang tidak meledak dan zat berbahaya,” katanya.
Baca Juga: PBB Kecam Serangan Udara Israel ke Zona Kemanusiaan Gaza
Melansir Al Jazeera, Radio Angkatan Darat Israel mengatakan pada bulan lalu bahwa sekitar 50.000 bom telah dijatuhkan di Gaza oleh pesawat tempur Israel sejak 7 Oktober lalu, dan diperkirakan 2.000-3.000 bom diantaranya tidak meledak. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































