UNICEF: 90 Persen Anak-anak Gaza Tidak Mendapatkan Nutrisi yang Cukup

Jakarta, IDM – United Nations Children's Fund (UNICEF) melaporkan bahwa sembilan dari 10 anak di Gaza tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Hal itu akibat sulitnya akses makanan sejak konflik pecah pada Oktober tahun lalu.
“Di Jalur Gaza, permusuhan selama berbulan-bulan dan pembatasan bantuan kemanusiaan telah menghancurkan sistem pangan dan kesehatan, yang mengakibatkan konsekuensi bencana bagi anak-anak dan keluarga mereka,” kata UNICEF melansir Reuters, Kamis (6/6).
Baca Juga: Rusia Perkuat Kerja Sama Militer dengan Burkina Faso
Berdasarkan data yang dikumpulkan pada Desember 2023 sampai April 2024 itu ditemukan bahwa 90 persen dari mereka juga menderita kelangkaan jenis makanan. Dengan kata lain, mereka berupaya bertahan hidup dengan makan satu atau dua jenis makanan setiap harinya.
“Ini adalah bukti betapa mengerikannya dampak konflik dan pembatasan terhadap kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan anak-anak. Hal ini menempatkan anak-anak pada risiko kekurangan gizi yang mengancam jiwa,” ujarnya.
Sementara, Israel mengatakan pihaknya tidak membatasi pasokan kemanusiaan untuk warga sipil di Gaza dan menyalahkan PBB atas lambatnya pengiriman maupun operasinya yang tidak efisien.
Baca Juga: Putin Peringatkan Konsekuensi Jika Negara-negara Barat Pasok Senjata ke Ukraina
Namun, kenyataan di Jalur Gaza, di mana semakin banyak anak-anak tewas karena kekurangan gizi dan dehidrasi, membuat Israel terus ditekan komunitas internasional untuk segera menjamin pendistribusian makanan.
UNICEF menjelaskan, dalam memenuhi keragaman pangan minimum untuk perkembangan sehat, anak-anak harus mengonsumsi makanan dari setidaknya lima dari delapan kelompok makanan yang ditentukan oleh skor keragaman pangan yang digunakan World Health Organization (WHO). Kelompok ini termasuk ASI, telur, produk susu, daging, unggas, ikan, dan kelompok lainnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































