Uni Eropa Sebut Telah Kirim 220.000 Peluru Artileri ke Ukraina

Jakarta, IDM – Uni Eropa (UE) telah memasok lebih dari 220.000 peluru artileri dan 1.300 rudal melalui sebuah skema khusus bantuan militer khususnya amunisi ke Ukraina. Bantuan itu disebut berdasarkan atas keputusan bersama negara-negara anggota untuk membantu memukul mundur Rusia.
Dilansir dari Europa.eu, Rabu (24/7), Pernyataan itu diungkapkan oleh perwakilan Uni Eropa untuk urusan luar negeri dan kebijakan keamanan Joseph Borell saat konferensi pers di Brussel pada Selasa (23/5).
Baca Juga: Gambar Hoaks Ledakan di Pentagon Viral, Diduga Hasil Kecerdasan Buatan
Borell mengatakan bahwa melalui skema European Peace Facility, UE telah menggelontorkan dana senilai €2 miliar khusus bantuan militer termasuk memasok hingga satu juta butir peluru artileri selama dua belas bulan.
“Saya dapat mengumumkan hari ini bahwa berkat skema khusus itu, negara-negara anggota telah menyediakan 220.000 amunisi artileri dengan kaliber berbeda, dan 1.300 rudal telah disediakan. Kami berharap dengan cara ini, kami akan mencapai tujuan 1 juta peluru untuk Ukraina selama 12 bulan ke depan,” kata Borell.
Baca Juga: Korsel Kembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Ancaman Rudal Balistik
Borrel menjelaskan, sebanyak €1 miliar dialokasikan untuk negara-negara anggota yang mengirim amunisi dari stok alutsista yang tersedia. Sementara, sisanya akan digunakan untuk pembelian peluru 155 milimeter selama beberapa bulan kedepan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































