Ukraina Tangkap Dua Agen Rusia yang akan Bom Fasilitas Strategis

Jakarta, IDM - Otoritas militer Ukraina menangkap dua orang yang dicurigai utusan Rusia dan berupaya meledakkan jalur kereta api yang digunakan untuk memasok senjata maupun kebutuhan perang lainnya ke wilayah timur Ukraina.
Dilansir dari Reuters, Rabu (27/3), Dinas Keamanan Ukraina atau SBU mengatakan bahwa para tersangka itu diidentifikasi sebagai penduduk wilayah Kyiv dan Kharkiv. Keduanya berupaya memasang bom di dekat wilayah Poltava tengah dan berencana meledakkannya dari jarak jauh, namun mereka tertangkap basah oleh otoritas SBU.
Baca Juga: Sambut Baik Resolusi Dewan Keamanan PBB, Hamas Siap Gencatan Senjata
“Para kriminal berharap dapat merusak jalur logistik senjata, amunisi dan bahan bakar untuk Angkatan Bersenjata Ukraina,” kata SBU.
Selain itu, SBU menyebut bahwa mereka merupakan utusan dari Badan Intelijen Rusia atau FSB. Sementara, bom itu rencananya akan diledakkan sebelum Rusia melancarkan serangan udara skala besar pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: AS dan Inggris Sebut Cina Lakukan Spionase Siber
Rusia telah meningkatkan serangannya ke Ukraina termasuk ketika salah satu rudal sempat melanggar batas udara Polandia selama kurang dari satu menit. Rudal itu diluncurkan untuk menghantam wilayah barat Ukraina bersamaan dengan belasan rudal dan drone Shahed. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































