Ukraina Sepakati Perjanjian Keamanan dengan Uni Eropa

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyepakati perjanjian keamanan dengan UE (Uni Eropa) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Brussels pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Korut Luncurkan Uji Coba Rudal Balistik ke Laut Timur
"Dokumen tersebut mengabadikan komitmen multilateral jangka panjang dari 27 negara anggota UE untuk memberikan bantuan militer, keuangan, kemanusiaan, dan politik kepada Ukraina. Hal ini juga menegaskan bahwa masa depan Ukraina terkait dengan Uni Eropa," tulis Zelensky melalui X, dikutip pada Jumat (28/6).
Dilansir dari Europa.eu, laman resmi Uni Eropa, perjanjian keamanan setebal 12 halaman itu menegaskan komitmen blok tersebut untuk memberikan “dukungan yang dapat diprediksi, berjangka panjang dan berkelanjutan untuk keamanan dan pertahanan Ukraina”.
Baca Juga: Lakukan Uji Coba, Korut Klaim Berhasil Kembangkan Rudal Berhulu Ledak Ganda
Perjanjian itu juga menekankan bahwa UE akan untuk terus melatih pasukan militer Ukraina, meningkatkan kerja sama antara industri pertahanan Ukraina dan Eropa, memperkuat kerja sama untuk melawan ancaman hibrida dan siber, maupun manipulasi informasi oleh pihak asing. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































