Ukraina Perkuat Persahabatan dan Kerja Sama dengan ASEAN

Jakarta, IDM - Ukraina menjalin kerjasama dengan negara-negara angota ASEAN melalui penandatanganan Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) di Kamboja, Kamis (10/11). Instrumen aksesi ini merupakan upaya Ukraina memperluas kemitraan internasional.
Dilansir dari Mfaic.gov.kh, Kamis (10/11), Penandatangan TAC dilakukan oleh Menlu Ukraina Dmytro Kuleba dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Kamboja Prak Sokhonn, yang mewakili ASEAN, di sela-sela KTT ke-40 dan ke-41 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja. Sekretaris Jenderal ASEAN dan Menlu ASEAN lainnya turut hadir dan menyaksikan penandatanganan tersebut.
Ukraina menjadi negara ke-50 yang menandatangani TAC, sebuah Traktat yang dibentuk pada 1976 oleh negara pendiri ASEAN, bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan kerja sama di kawasan Asia Tenggara. Traktat Ini merupakan prasyarat bagi negara-negara yang ingin menjalin kemitraan formal dengan ASEAN. Dalam hal ini, Kamboja akan mendorong Ukraina untuk menjadi mitra dialog sektoral ASEAN.
Baca: Kirim 1000 Rudal Tambahan, Inggris Dukung Pasukan Ukraina Hadapi Musim Dingin
Dalam menjalin hubungan kerjasama melalui TAC, ASEAN dan negara yang terlibat harus mengedepankan prinsip dasar seperti saling menghormati kemerdekaan dan integritas teritorial, penyelesaian masalah dengan cara damai serta penolakan penggunaan kekuatan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































