Ukraina Gunakan 'Decoy' untuk Menipu Pasukan Rusia

Jakarta, IDM - Dalam menghadapi gempuran terus menerus dari Rusia, Ukraina menemukan cara untuk menguras artileri mereka seefektif mungkin menggunakan 'decoy' atau replika umpan. Metinvest, perusahaan yang membuat umpan itu mengklaim ratusan unit telah sukses menipu Pasukan Rusia di medan tempur.
Dilansir dari CNN, Senin (11/9), otoritas Metinvest yang dirahasiakan identitasnya mengatakan bahwa berbagai jenis alutsista telah dibuat tiruannya, antara lain Howitzer D-20, dan Howitzer M777.
"Tujuannya ada dua yaitu untuk menyelamatkan nyawa warga Ukraina dan mengelabui Rusia agar menyia-nyiakan drone, peluru, dan rudal kamikaze mereka yang sangat mahal," katanya.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-75, Korut Gelar Parade Militer
Sebelum perang, perusahaan tersebut merupakan perusahaan metalurgi terbesar di Ukraina yang tidak terlibat dalam pembuatan senjata. Faktanya, kini mereka tetap tidak melakukan hal tersebut, karena mereka hanya membuat replika tanpa amunisi yang sangat mirip dengan aslinya.
Inti dari umpan itu adalah mereka harus terlihat layak untuk diserang, tanpa menghabiskan terlalu banyak uang. Oleh sebab itu, Metinvest menyesuaikan pilihan bahan yang mampu mengelabui radar dan drone Rusia.
“Perang itu mahal dan kami ingin Rusia mengeluarkan uang banyak untuk drone dan rudal yang menghancurkan umpan kami. Bagaimanapun, drone dan rudal itu mahal. Tetapi model replika kami jauh lebih murah," ujarnya.
Baca Juga: Argentina Beli Pesawat Patroli Maritim P-3 Orion dari Norwegia
Ia mencontohkan, Howitzer M777 155mm yang asli senilai jutaan dolar. Sedangkan, versi Metinvest biaya pembuatannya di bawah $1000. Sehingga, umpan ini sangat menguntungkan Ukraina dalam menguras tenaga Rusia.
Menurutnya, replika itu dibuat sejak awal perang untuk disimpan di garis depan agar Ukraina tampak memiliki persenjataan yang lebih baik daripada yang sebenarnya. Namun seiring dengan berlanjutnya perang dan persenjataan yang tiba di Ukraina semakin canggih, Metinvest pun semakin meningkatkan kualitas ratusan umpan mereka.
“Kami tidak menghitung jumlah umpan yang dihasilkan, tapi jumlah yang dimusnahkan. Semakin cepat umpan kita dihancurkan, semakin baik bagi kita," ungkapnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































