INTERNASIONAL

Argentina Beli Pesawat Patroli Maritim P-3 Orion dari Norwegia

Pesawat patroli maritim P-3 Orion
Pesawat patroli maritim P-3 Orion. (Foto: Dok. Lockheedmartin.com)

Jakarta, IDM - Pemerintah Argentina finalisasi kesepakatan pembelian empat pesawat patroli maritim P-3 Orion dari Angkatan Udara Norwegia senilai $67 juta. Pesawat itu akan memperkuat Argentina dalam memerangi kegiatan ilegal di perairan.

Dilansir dari Defense News, Senin (11/9), Kesepakatan itu dicapai ketika Menteri Pertahanan Argentina Jorge Taiana bertemu dengan perwakilan Badan Material Pertahanan Norwegia di Buenos Aires pada beberapa waktu lalu. Sebanyak tiga dari pesawat P-3C dirancang untuk misi pengawasan maritim, anti-kapal selam dan anti-permukaan. Sementara, satu pesawat akan digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Baca Juga: AS Klaim Rusia Tingkatkan Produksi Artileri Tetapi Masih Belum Cukup Penuhi Kebutuhan Tempur

Otoritas militer Argentina dan Norwegia memulai pembicaraan tentang pembelian pesawat tersebut pada akhir tahun 2022. Lalu bulan Februari 2023, kepala Angkatan Laut Argentina Laksamana Julio Guardia, mengonfirmasi bahwa negosiasi sedang berlangsung dengan Norwegia untuk memperoleh tiga atau empat Pesawat P-3.

Pesawat patroli maritim ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan skuadron pengawasan Angkatan Laut Argentina yang berbasis di Pangkalan Angkatan Laut Udara Almirante Zar. Sejak tahun 1997, unit ini telah mengoperasikan P-3B yang diperoleh dari Angkatan Laut AS, namun akses servis yang terbatas membuat Argentina memilih tambahan pesawat lain.

Menurut analis pertahanan Argentina, Luis Piñeiro, pembelian pesawat ini seharusnya dilakukan bertahun-tahun lalu, sejak isu akuisisi muncul pada 2015. Sebab, armada keamananlaut Argentina masih belum cukup untuk mengatasi aktivitas ilegal di lautan sudah sangat merugikan negara.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-75, Korut Gelar Parade Militer

“Akuisisi pesawat pengintai maritim jarak jauh seharusnya dilakukan beberapa tahun yang lalu. Karena hal ini merupakan langkah yang sangat baik dan penting menuju peningkatan pengawasan, pengendalian dan perlindungan terhadap perluasan zona ekonomi eksklusif Argentina,” kata Piñeiro.

"Misalnya penangkapan ikan ilegal, yang menyebabkan kerugian sebesar $2,6 miliar setiap tahunnya bagi Argentina, mulai sekarang dapat dicegah dan dilawan secara lebih efektif dengan dukungan pesawat patroli maritim yang lebih baru dan lebih mampu," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.