Ukraina Dapat Dukungan untuk Bergabung di Uni Eropa

Jakarta, IDM - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan dukungannya bagi Ukraina untuk segera bergabung menjadi anggota Uni Eropa (UE). Menurutnya, penting bagi aliansi tersebut untuk merangkul Ukraina agar tidak jatuh di bawah pengaruh Rusia dan Cina.
Dilansir dari Europa.eu, Selasa (4/7), pernyataan itu Leyen ungkapkan saat pertemuan bersama komisaris UE. Selain Ukraina, ia juga menilai bahwa negara Balkan lain seperti Moldova juga harus gabung dengan aliansi tersebut.
Baca Juga: Menhan Rusia: Pemberontakan Wagner Gagal Karena Kesetiaan Pasukan Terhadap Rusia
“Dapatkah kita membayangkan Uni Eropa tanpa Ukraina, tanpa Moldova, tanpa wilayah Balkan Barat? Dan bagian Eropa itu berada di bawah pengaruh Rusia atau Cina?” kata Leyen.
Lebih lanjut, Leyen menilai UE harus segera mewujudkan rencana itu. Ia juga menyebut, kini Ukraina membutuhkan bantuan dua kali lipat lebih banyak dalam menghadapi invasi Rusia yang telah berlangsung hampir 500 hari.
Baca Juga: Ukraina Luncurkan Serangan Drone ke Rusia
“Kita harus menggandakan dukungan kita untuk Ukraina. Sekarang sudah hampir 500 hari sejak invasi Rusia,” ujarnya.
Hingga kini, UE diperkirakan telah menyediakan bantuan termasuk senjata dan amunisi senilai 75 miliar euro. UE juga berencana menambah anggaran 50 miliar euro sebagai dukungan pembangunan hingga 2027. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































