UEA Cegat 12 Rudal Balistik dari Iran

Jakarta, IDM – Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa Iran telah menyerang dengan rentetan rudal dan drone, yang menyebabkan kebakaran kilang minyak dan melukai tiga orang.
"Pada tanggal 4 Mei 2026, sistem pertahanan udara UEA mencegat 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 drone yang diluncurkan dari Iran, mengakibatkan 3 orang terluka sedang," tulis Kementerian Pertahanan (Kemhan) UEA melansir platformX, Selasa (5/5).
Baca Juga: Rusia-Ukraina Deklarasi Gencatan Senjata pada Hari Berbeda
Serangan itu merupakan yang pertama kalinya terhadap UEA sejak Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati gencatan senjata pada 8 April lalu. Sementara, sejak awal konflik pada 28 Februari, UEA telah mencegat total 549 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan 2.260 drone dari Iran.
"Kemhan menegaskan tetap sepenuhnya siap dan siaga untuk menghadapi ancaman apa pun dan akan dengan tegas melawan segala sesuatu yang bertujuan untuk merusak keamanan negara, dengan cara yang memastikan perlindungan kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya serta menjaga kepentingan dan kemampuan nasionalnya," kata Kemhan UEA.
Baca Juga: Trump Tegaskan Tidak Izinkan Iran Miliki Senjata Nuklir
Total korban luka yakni 227 orang, yang berasal dari berbagai kewarganegaraan. Sedangkan, korban tewas mencapai 13 orang, termasuk 10 warga sipil yang berasal dari Pakistan, Nepal, Bangladesh, Palestina, India, dan Mesir.
Serangan itu juga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan misi 'Project Freedom' untuk mengawal kapal komersil melintasi Selat Hormuz. Belum ada tanggapan resmi dari Iran terkait pernyataan UEA tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































