Rusia-Ukraina Deklarasi Gencatan Senjata pada Hari Berbeda

Jakarta, IDM – Rusia dan Ukraina telah mengumumkan gencatan senjata. Namun, keduanya menetapkan tanggal yang berbeda untuk gencatan senjata tersebut.
Melansir Telegram Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia, Selasa (5/5), gencatan senjata akan berlangsung pada 8-9 Mei untuk memperingati Victory Day. Perayaan dan parade militer akan digelar di Moskow.
Baca Juga: Trump Tegaskan Tidak Izinkan Iran Miliki Senjata Nuklir
"Sesuai dengan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata diumumkan pada tanggal 8-9 Mei 2026," tulis Kemhan Rusia.
Lebih lanjut, Kemhan Rusia memeringatkan bahwa pihaknya akan meluncurkan serangan rudal skala besar jika Ukraina melakukan serangan pada hari tersebut.
Sementara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari Rusia. Ukraina akan melakukan gencatan senjata pada 5-6 Mei.
Baca Juga: Iran Peringatkan akan Serang AS jika Melintasi Selat Hormuz
"Hingga hari ini, belum ada pemberitahuan resmi kepada Ukraina mengenai modalitas penghentian permusuhan yang diklaim di media sosial Rusia. Dalam hal ini, kami mengumumkan gencatan senjata yang dimulai pukul 00:00 pada malam tanggal 5-6 Mei," tulis Zelensky melalui platform X, miliknya.
"Sudah saatnya para pemimpin Rusia mengambil langkah nyata untuk mengakhiri perang mereka, terutama karena Kemhan Rusia percaya bahwa mereka tidak dapat mengadakan parade di Moskow tanpa niat baik Ukraina," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































