Turki Rilis 'Kaan' Pesawat Tempur Generasi ke-5

Jakarta, IDM – Turki secara resmi merilis pesawat tempur generasi ke-5. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa pesawat yang awalnya bernama TF-X atau Turkish Fighter-Experimental ini diganti namanya menjadi Kaan.
Melansir Airdatanews.com, Minggu (7/5) seremoni peluncuran pesawat tempur Kaan diselenggarakan oleh industri pertahanan yang memproduksinya, Turki Aerospaces Industries di Ankara pada minggu lalu. Nantinya, pesawat ini akan menggantikan armada jet tempur F-16.
"Bayangkan sebuah pesawat memasuki tempat musuh tanpa ketahuan. Dia juga akan kembali ke markasnya secara diam-diam saat musuh datang. Pesawat tempur ini akan dibuat oleh insinyur-insinyur Turki. Kaan akan dilengkapi dengan radar dan komputer misinya sendiri. Dalam beberapa tahun, kami akan selesaikan semua pengujian dan menyerahkannya untuk inventaris negara," jelas Erdogan.
Baca Juga: Tingkatkan Pertahanan, Denmark Gelontorkan Anggaran Sebesar $5,6 miliar
Dalam bahasa Turki, secara harfiah Kaan memiliki banyak makna yaitu ‘raja segala raja’, ‘penguasa’ dan 'prajurit bumi dan langit yang gigih'. Dengan pesawat ini, Turki akan menjadi salah satu dari lima negara yang memiliki teknologi pesawat tempur generasi ke-5 di dunia.
Kendati demikian, Kaan masih harus melewati banyak tahapan uji coba sebelum secara penuh digunakan untuk memperkuat Angkatan Udara. Erdogan menargetkan penerbangan pertama Kaan dapat dilakukan pada 29 Oktober 2023 mendatang, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Turki.
Baca Juga: Indonesia Pamerkan 4 Alutsista Terbaik di IMDEX 2023
Program TF-X telah dikembangkan selama sekitar satu dekade oleh pemerintah Turki sebagai bagian dari pemenuhan ambisi Erdogan untuk menjadi negara dengan industri pertahanan bersaing secara global. Pesawat dengan panjang 21 meter ini dirancang mampu mencapai kecepatan maksimum 1,8 mach karena memiliki sepasang mesin yang masing-masing menghasilkan daya dorong sekitar 13.000 kg.
Kaan juga disebut memiliki sejumlah fitur canggih seperti kesadaran situasional yang tinggi, deteksi kerusakan saat pertempuran, serangan presisi, radar Active Electronically Scanned Array (AESA), hingga teknologi kecerdasan buatan. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































