Turki Deteksi Kemungkinan Helikopter Presiden Iran yang Jatuh

Jakarta, IDM - Pemerintahan Turki turut membantu dalam mencari keberadaan helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi beserta 9 orang lainnya, yang jatuh pada Minggu (19/5).
Kementerian Pertahanan Nasional Turki menugaskan drone Akinci dan helikopter jenis Cougar dengan kemampuan penginderaan malam. Usai melakukan pencarian selama beberapa jam, drone itu berhasil mengidentifikasi sumber panas yang diduga berasal dari titik jatuhnya helikopter yang membawa sosok penting Iran tersebut.
"Kendaraan udara tak berawak (UAV) Akinci Turki mengidentifikasi sumber panas pada Senin pagi yang diduga adalah puing-puing helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan membagikan koordinatnya kepada pihak berwenang Iran," lapor laman berita Turki AA melalui X, Senin (20/5).
Baca Juga: Bersitegang dengan Cina, Presiden Filipina Kembali Tegaskan akan Pertahankan Wilayah
Belum ada komentar atau konfirmasi mengenai laporan tersebut dari pihak Iran namun laman berita lokal Irna mengatakan bahwa tim penyelamat bergegas ke lokasi. Sementara, koordinat yang tercantum dalam rekaman yang diunggah menunjukkan lokasi itu sekitar 20 kilometer dari selatan perbatasan Azerbaijan-Iran, di wilayah pegunungan yang curam.
Sebelumnya, helikopter yang membawa Raisi jatuh di wilayah utara Iran ketika melintasi daerah pegunungan. Otoritas Iran menyebut penyebabnya adalah cuaca buruk yang disertai kabut tebal secara tiba-tiba. Raisi diketahui dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke perbatasan dengan Azerbaijan di barat laut Iran.
Setelah semalaman melakukan pencarian, tim penyelamat masih belum berhasil mencapai lokasi, meski sudah menentukan kemungkinan koordinat berkat sinyal pesawat. Rusia dan beberapa organisasi internasional turut memberikan bantuan.
Baca Juga: Kembali Mengudara, Ini Penyebab Jatuhnya F-16 Singapura
Selain Raisi, dalam helikopter terdapat Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian, Gubernur provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati, Imam Tabriz Mohammad Ali Alehashem serta seorang pilot, kopilot, kepala kru, kepala keamanan dan pengawal.
“Republik Islam Iran dengan tulus berterima kasih kepada banyak pemerintah, negara, dan organisasi internasional atas ekspresi emosi kemanusiaan dan solidaritas mereka terhadap pemerintah dan rakyat Iran, serta tawaran bantuan dan bantuan mereka untuk operasi pencarian dan penyelamatan,” tulis Kementerian Luar Negeri Iran melalui X. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































