Turki Beli 20 Pesawat Tempur Eurofighter Typhoon Inggris

Jakarta, IDM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menandatangani kesepakatan pembelian 20 pesawat tempur Eurofighter Typhoon senilai £ 8 miliar (sekitar US$ 10,7 miliar) di Ankara beberapa waktu lalu.
Baca Juga: AS Tekan Israel Jaga Gencatan Senjata: 30 Hari jadi Ujian Hubungan Bilateral
"Hari ini kami menandatangani kesepakatan yang sangat besar dengan Turki untuk penyediaan 20 Typhoon, pekerjaan senilai 8 miliar poundsterling. Namun, yang lebih penting, kami ingin integrasi secara lebih strategis," kata Starmer melalui platform X, dikutip pada Selasa (28/10).
Ia menuturkan, kesepakatan ini akan membantu mempertahankan 20.000 tenaga kerja di Inggris. Selain itu, akuisisi ini juga akan memperkuat pertahanan kolektif NATO sekaligus mempererat Angkatan Udara Inggris dan Turki.
Baca Juga: Terkait Asal Negara Pasukan Stabilisasi Gaza, Netanyahu: Kami yang akan Tentukan
Senada, Erdogan menyebut kesepakatan kemarin akan meningkatkan kerja sama bilateral di bidang industri pertahanan. Pesawat Eurofighter Typhoon pertama diperkirakan akan tiba di Ankara pada tahun 2030. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































