Trump Tegaskan Gencatan Senjata Gaza tak akan Gagal Meski Ketegangan Meningkat

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza akan tetap berjalan meskipun terjadi serangan udara terbaru dari Israel.
Hal itu diungkapkan Trump saat menanggapi meningkatnya kekerasan yang memicu kekhawatiran runtuhnya kesepakatan yang mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu.
“Tidak ada yang akan mengancam gencatan senjata,” tegas Trump di Washington, mengutip AFP, Rabu (29/10).
Baca Juga: Pakistan Sebut Perundingan Damai dengan Afghanistan Gagal
Ia menyebut serangan Israel merupakan balasan atas tewasnya seorang tentara Israel.
Diketahui, menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 38 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya, pada Selasa (28/10).
Serangan turut menghantam sekitar Rumah Sakit Al-Shifa serta kamp pengungsi Nuseirat di Gaza Tengah.
Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan operasi militer usai Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menuduh Hamas melanggar kesepakatan. Namun Hamas membantah tuduhan itu.
Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda ke-97, Prabowo Ingatkan Pemuda Jangan Takut Gagal
“Gerakan ini berkomitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata dan tidak terlibat dalam insiden di Rafah,” tutur Hamas dalam pernyataan resmi.
Terpisah, Wakil Presiden AS JD Vance menilai situasi masih terkendali dan menyebut insiden terbaru hanyalah “bentrokan terbatas”.
Tetapi isu pertukaran jenazah sandera menjadi titik sensitif yang mengancam stabilitas kesepakatan.
Hamas pun menunda penyerahan sisa jenazah sandera dengan alasan sulitnya pencarian akibat intensitas serangan Israel. Tel Aviv menuding Hamas melanggar perjanjian, sementara kelompok perlawanan Palestina itu membantah.
Baca Juga: Israel Kembali Terima Tawanan Tewas dari Hamas
“Pemboman selama dua tahun telah menghancurkan banyak lokasi, sehingga sulit mengidentifikasi jenazah,” ujar juru bicara Hamas Hazem Qassem.
Meski pengiriman bantuan kemanusiaan masih berlangsung, warga Gaza khawatir baku tembak dapat kembali meluas kapan saja.
“Mereka mencari alasan untuk memulai perang lagi,” ungkap warga Gaza, Abdul-Hayy al-Hajj Ahmed. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































