Trump Kembali Peringatkan NATO karena Hal Ini

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan NATO karena ia kecewa negara-negara aliansi itu tidak mendukung Washington selama perang melawan Iran.
Melansir AA, Senin (13/4), ia menyatakan bahwa NATO akan menghadapi "peninjauan yang sangat serius" atas kegagalan tersebut. Ia mengaku sangat kecewa karena AS tidak mendapat dukungan yang diperlukan.
"Saya sangat kecewa dengan NATO. Mereka tidak ada di sana untuk kita. Kita membayar triliunan dolar untuk NATO, dan mereka tidak ada di sana untuk kita," katanya.
"Ingat apa yang saya katakan. NATO tidak ada di sana. Sekarang mereka ingin muncul, tetapi tidak ada ancaman nyata lagi. NATO tidak ada di sana untuk kita," ungkapnya.
Baca Juga: Menhan Spanyol Kunjungi KBRI Madrid, Ucapkan Bela Sungkawa Gugurnya Tiga Prajurit TNI UNIFIL
Trump juga mempertanyakan tujuan yang lebih luas dari aliansi itu dan mengatakan bahwa AS telah menghabiskan triliunan dolar AS untuk NATO, khususnya membantu mereka mempertahankan keamanan dari Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































