Trump dan Netanyahu Gelar Pertemuan Mendadak di Gedung Putih, Bahas Peluang Gencatan Senjata di Gaza

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gelar pertemuan mendadak di Gedung Putih. Padahal, keduanya baru berjumpa Senin (7/7) malam.
Pertemuan berlangsung tertutup pada Selasa (8/7) membahas peluang tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Pertemuan kedua Trump-Netanyahu dalam kurun waktu belum 24 jam itu berlangsung di tengah laporan terbaru ada 95 warga Palestina tewas akibat serangan militer Israel di Gaza.
Baca Juga: Trump Sebut akan Kirim Lebih Banyak Senjata ke Ukraina
Trump menuturkan pertemuan mendadak kali ini akan difokuskan pada konflik Gaza.
"Kita harus menyelesaikannya. Gaza adalah tragedi, dan ia ingin menyelesaikannya, dan saya ingin menyelesaikannya, dan saya pikir pihak lain juga menginginkannya," tutur Trump, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (9/7).
Reporter Al Jazeera Mike Hanna, yang melaporkan langsung dari Washington DC, mengungkapkan bahwa pertemuan itu sangat tertutup, sehingga tidak ada pernyataan yang jelas soal apa yang dibahas.
Meski begitu, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan kesepakatan gencatan senjata di Gaza hampir tercapai dan diharapkan bisa terlaksana pada akhir pekan ini.
Baca Juga: Presiden Iran Sebut Jadi Target Serangan Israel Selama Perang 12 Hari
"Kami berharap pada akhir minggu ini, akan mencapai kesepakatan yang akan membawa kami ke gencatan senjata 60 hari. Sepuluh sandera yang masih hidup akan dibebaskan. Sembilan korban tewas akan dibebaskan," kata Witkoff dalam rapat Kabinet Trump.
Namun, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer Israel di Gaza belum selesai. Ia mengatakan bahwa para negosiator sedang bekerja menuju gencatan senjata, tetapi tugas utama Israel untuk melenyapkan Hamas masih harus diselesaikan.
"Kami masih harus menyelesaikan pekerjaan di Gaza, membebaskan semua sandera kami, melenyapkan dan menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas," tandas Netanyahu. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































