Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi Akibat Konflik dengan Iran

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan mengenai kekurangan amunisi di tengah konflik yang terus berkecamuk dengan Iran.
Melalui platform Truth Social miliknya, Kamis (6/8), Trump menegaskan AS memiliki persediaan amunisi yang melimpah dan memperingatkan bahwa pihak yang melontarkan klaim itu akan dituntut.
Baca Juga: Lima Langkah Konkret Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
"AS memiliki persediaan 'amunisi' dalam jumlah sangat besar, terutama untuk jenis-jenis tertentu. Selain itu, amunisi dalam jumlah besar juga sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan. Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun jumlah pabrik dan fasilitas produksi terbanyak dalam sejarah negara kita," tulis Trump.
"Para 'pembocor' yang melontarkan pernyataan-pernyataan berkhianat ini sedang diburu. Hukuman penjara jangka panjang akan dituntut!" tegasnya.
Baca Juga: AS Waspadai Serangan Drone Laut di Indo-Pasifik, SEACAT 2026 Fokus Perang Modern
Pernyataan Trump muncul setelah sejumlah media AS mengutip sumber yang mengetahui data Pentagon, melaporkan menipisnya stok rudal jarak jauh termasuk Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM). Alasan itu juga disebut menjadi salah satu faktor AS menunda serangan tambahan terhadap Iran.
Menurut Washington Post, Trump menegur Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam rapat kabinet di Camp David, Maryland pekan lalu, karena kekurangan amunisi yang membatasi opsi militer terhadap Iran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































