Torehan KRI Sultan Iskandar Muda-367 selama Satu Tahun Emban Misi Perdamaian di Laut Mediterania

Jakarta, IDM – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 beserta Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL TA. 2024/2025 telah rampung mengemban misi perdamaian di Laut Mediterania dan sekitar perairan Lebanon.
KRI SIM-367 dan 120 personel Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P bertugas di daerah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 17 Januari 2025 hingga 3 Januari 2026.
Satgas telah disambut Kepala Staf TNI (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, pada Minggu (1/2). Setelah itu, KRI SIM-367 pulang ke home base dan disambut Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda Alit Jaya di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2).
Baca Juga: Zelensky Sebut Trump Beri Tenggat Waktu hingga Juni untuk Damai dengan Rusia
Di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah selaku Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL, KRI SIM-367 berhasil melaksanakan 33 kali on task dengan cakupan hampir 70 persen patroli di Laut Mediterania.
Dalam pelaksanaannya, KRI SIM-367 juga melakukan hailing terhadap 498 kapal sipil, memonitor 20 kapal perang asing, dan mengawasi 172 pesawat udara militer, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan maritim kawasan.
Hailing merupakan prosedur komunikasi radio yang dilakukan oleh prajurit kapal perang untuk menyapa, mengidentifikasi, dan memverifikasi kapal asing atau kapal yang melintas.
Keberhasilan misi turut didukung unsur udara, di mana helikopter HS-1306 mencatat total 135 jam 43 menit terbang.
Baca Juga: 357 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel Sejak Gencatan Senjata
“Sementara anti air warfare coordinator (AAWC) mencapai 1.408 jam,” tulis keterangan pers Pusat Penerangan TNI, dikutip Senin (9/2).
Selain itu, KRI SIM-367 juga melaksanakan latihan bersama dengan berbagai angkatan laut negara lain sebanyak 150 kali, termasuk dengan KRI Brawijaya-320 di Laut Mediterania, guna meningkatkan interoperabilitas dan memperkuat diplomasi maritim TNI AL.
Atas dedikasi dan profesionalisme prajuritnya, KRI SIM-367 menerima berbagai penghargaan internasional, antara lain Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander Rear Admiral Richard Kesten dan Rear Admiral Stephan Plath (Jerman), UN Medal dari UNIFIL Force Commander Major General Diodato Abagnara (Spanyol), LAF Medal dari LAF Navy Commander Admiral Mustafa Al-Ali (Lebanon), medali Duta Budaya RI dari Duta Besar RI untuk Lebanon H.E. Dicky Komar, dan Tanzania Medal dari Tanzania Contingent Commander. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































