Tingkatkan Kemampuan Pertahanan, Korut Uji Coba Dua Rudal Pulhwasal-3-31

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) melakukan uji coba rudal baru berjenis submarine-launched cruise missile yang bertujuan untuk memperkuat angkatan laut.
Dilansir dari KCNA, laman pemerintah Korut, Senin (29/1), rudal jelajah strategis baru yang diberi nama 'Pulhwasal-3-31' dilaporkan berhasil mencapai target setelah meluncur di atas Laut Timur selama 7,421 detik dan 7,445 detik pada Minggu (28/1). Hal ini menunjukkan bahwa uji coba melibatkan dua rudal.
Baca Juga: Kongo Kembali Konflik, Sebanyak 20 Warga Sipil Tewas
Selain itu, Presiden Kim Jong Un turut melihat langsung peluncuran rudal dan merasa puas atas hasil uji coba tersebut. Namun, tidak disebutkan rincian jarak seberapa jauh rudal itu meluncur.
"Persenjataan nuklir angkatan laut adalah tugas mendesak saat ini dan persyaratan inti untuk membangun kekuatan strategis nuklir negara,” lapor KCNA.
Baca Juga: Presiden Rusia Sebut Ukraina Tembak Jatuh Pesawat yang Membawa Tawanan Perang
Sebelumnya, rudal Pulhwasal-3-3 pertama kali diuji coba pada pertengahan pekan lalu. Langkah itu sesuai dengan misi jangka panjang Korut dalam meningkatkan kemampuan pertahanan rudal. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































