Tingkatkan Keamanan Arktik, NATO Luncurkan Misi 'Arctic Sentry'

Jakarta, IDM – NATO meluncurkan 'Arctic Sentry', misi yang bertujuan meningkatkan keamanan kawasan setelah ketegangan antaraliansi akibat keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menguasai Greenland.
Baca Juga: Akses Rafah Dibuka, WHO Mulai Evakuasi Pasien dari Gaza
Melansir laman NATO, Kamis (12/2), Arctic Sentry bukanlah operasi militer di Arktik, melainkan upaya meningkatkan koordinasi antarnegara salah satunya melalui latihan gabungan. Program ini tidak melibatkan pengerahan pasukan permanen atau jangka panjang ke kawasan tersebut di bawah bendera NATO.
“Arctic Sentry menggarisbawahi komitmen Aliansi untuk melindungi anggotanya dan menjaga stabilitas di salah satu wilayah yang paling signifikan secara strategis dan menantang secara lingkungan di dunia. Ini akan memanfaatkan kekuatan NATO untuk melindungi wilayah kita dan memastikan Arktik dan Kutub Utara tetap aman," kata Jenderal Angkatan Udara AS Alexus G. Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu Eropa.
Baca Juga: Presiden Ukraina Sebut Perundingan Damai dengan Rusia akan Dilanjut Pekan Depan
Joint Force Command Norfolk (JFC Norfolk), markas komando NATO yang berbasis di Norfolk, AS, akan mengoperasikan aktivitas militer Arctic Sentry. Program ini diluncurkan menyusul pertemuan antara Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte bulan lalu di Davos, Swiss. Keduanya sepakat bahwa NATO harus lebih fokus terhadap pertahanan kawasan itu karena meningkatnya aktivitas militer Rusia dan Cina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































