INTERNASIONAL

Tingkatkan Interoperabilitas, AS dan Sekutu Gelar Latihan Maritim Multilateral di Laut Filipina

Latihan maritim
Latihan maritim gabungan antara AS, Prancis, Kanada dan Jepang di Laut Filipina. (Foto: Dok. Dvidshub.net)

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS), Prancis, Kanada dan Jepang sukses menggelar latihan angkatan laut gabungan di Laut Filipina beberapa waktu lalu. Latihan itu digelar untuk meningkatkan interoperabilitas antara AS dan sekutu di Indo-Pasifik.

Latihan multilateral ini disebut melatih kemampuan di seluruh domain maritim. Sebab, pasukan yang berpartisipasi berfokus pada skenario taktis dan prosedur peperangan anti-udara, anti-permukaan, hingga anti-kapal selam.

Baca Juga: Usai Gencatan Senjata 24 Jam, Konflik Sudan Kian Memanas

“Latihan ini mewujudkan keinginan dan kemampuan Jepang serta sekutu untuk melanjutkan kerja sama kami di kawasan Indo-Pasifik menuju realisasi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Laksamana Muda Angkatan Laut Jepang Takahiro Nishiyama.

Dilansir dari Dvidshub.net, Senin (12/6), latihan ini melibatkan sekitar 12.000 tentara angkatan laut dari keempat negara tersebut. AS dilaporkan mengirim kapal induk USS Nimitz (CVN 68), USS Antietam (CG 54) dan USS Ronald Reagan (CVN 76). Kemudian, Jepang mengerahkan kapal perusak helikopter Angkatan Laut JS Izumo (DDH 183).

Baca Juga: Presiden Korut Sebut akan Terus “Bergandengan Tangan” dengan Rusia

Sementara itu, kapal perang lainnya yang ikut berpartisipasi yaitu FS Lorraine (D 657) Angkatan Laut Prancis dan fregat HMCS Montreal (FFH 336) dari Angkatan Laut Kanada.

“Bersama dengan sekutu dan mitra kami, kami menunjukkan kemampuan kami untuk berintegrasi dengan mulus di semua domain, kesiapan kami untuk menanggapi kontinjensi apa pun, dan komitmen kami untuk menegakkan kebebasan navigasi dan penerbangan di kawasan Indo-Pasifik,” kata Laksamana Muda Jennifer Couture, komandan Counter Strike Group 11 kapal USS Nimitz. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.