INTERNASIONAL

Tiga Prajurit TNI Gugur, Presiden Prabowo Kecam Serangan terhadap Pasukan UNIFIL

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Kepala Negara sekaligus mengecam keras serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian tersebut.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Prajurit TNI di Lebanon Kembali Terluka, Indonesia Desak Penguatan Perlindungan Peacekeeper

Prabowo mengatakan negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para prajurit yang gugur, menjaga kehormatan mereka, serta memastikan pengorbanan tersebut tidak dilupakan oleh bangsa.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan semangat para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia dan memperkuat persatuan nasional.

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapapun yang berusaha memecah belah kebersamaan,” ucapnya.

Baca Juga: Trump Ultimatum Iran, Beri Waktu 48 Jam

Tiga prajurit TNI yang gugur adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Pada Sabtu (4/4), Prabowo turut menghadiri prosesi penyambutan kenegaraan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta dengan memberikan penghormatan terakhir saat peti jenazah dibalut bendera Merah Putih.

Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga serangan terhadap pasukan perdamaian yang mengakibatkan tiga prajurit Indonesia gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Iran Klaim Kembali Tembak Jatuh Drone MQ-9

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat.

“Kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut dilakukan investigasi menyeluruh,” tegas Sugiono.

Indonesia juga mendesak evaluasi sistem perlindungan bagi pasukan perdamaian, mengingat mandat mereka adalah menjaga stabilitas, bukan terlibat dalam operasi tempur. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.