Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Papua, Komisi I DPR: Negara Tak Boleh Kalah oleh Teror

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendesak pemerintah memperkuat kehadiran negara di Papua Pegunungan menyusul gugurnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang ditembak saat menjalankan tugas di Distrik Muliama.
Sukamta menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai penembakan terhadap petugas yang sedang melayani masyarakat merupakan ancaman serius terhadap keselamatan warga sipil sekaligus keberlangsungan pembangunan di Papua.
“Mereka sedang menjalankan tugas melayani masyarakat. Negara wajib melindungi setiap warga negara, terlebih mereka yang bertugas menghadirkan pembangunan dan ketahanan pangan di Papua,” kata Sukamta.
Baca Juga: TB Hasanuddin Desak TNI AU Usut Tuntas Kematian Prajurit di Mess Halim
Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil berkembang menjadi pola teror yang menghambat aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Sukamta meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus tersebut dengan mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk jaringan pendukung di balik penembakan.
“Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini,” tegasnya.
Ia menyebut pengungkapan jaringan menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB) tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku lapangan.
Baca Juga: Tiga Nyawa Melayang di Jayawijaya, Komisi I DPR Tuntut Strategi Total Hadapi KKB
Lebih lanjut, Sukamta menyoroti meningkatnya serangan terhadap masyarakat sipil di Papua. Menurutnya, sasaran terhadap warga yang tidak terlibat dalam konflik dapat menunjukkan penggunaan teror dan ketakutan sebagai instrumen untuk mempertahankan pengaruh kelompok bersenjata.
“Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu cara yang digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil,” ujarnya.
Maka dari itu, pemerintah perlu memperkuat deteksi dini, kemampuan intelijen, pengamanan wilayah, serta perlindungan bagi masyarakat sipil, khususnya para petugas yang bekerja di sektor pelayanan publik.
Sukamta menilai sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.
“Semakin banyak sasaran sipil, semakin kuat pula kebutuhan untuk meningkatkan deteksi dini dan perlindungan masyarakat. Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak,” paparnya.
Baca Juga: Komisi I DPR RI Sebut Super Garuda Shield Perkuat Kerja Sama dan Diplomasi Pertahanan
Ia mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan serta masyarakat setempat untuk membangun sistem perlindungan yang lebih efektif.
“Ini saat yang bagus bagi Pemerintah Pusat, Pemda dan masyarakat bersama-sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali,” tutur Sukamta.
Anggota DPR RI asal DI Yogyakarta itu menegaskan pembangunan harus terus berjalan, tetapi keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Negara harus hadir, melindungi warga sipil, dan memastikan Papua tidak menjadi ruang bagi teror dan ketakutan,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































