Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendesak pemerintah memperkuat kehadiran negara di Papua Pegunungan menyusul gugurnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang ditembak saat menjalankan tugas di Distrik Muliama.
Penembakan terhadap tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, menuai kecaman keras dari Komisi XIII DPR RI.
Pemerintah pusat dan daerah diminta bergerak cepat mempercepat pemulihan pascakonflik sosial di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Sebanyak delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ditembaki Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka ditembaki saat mendistribusikan bantuan pangan beras kepada warga setempat di Kampung Muliama, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), aksi penembakan terjadi di sekitar pintu masuk FBLB, Kampung Walesi, Distrik Walesi, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8) siang.
Pusat Penerangan (Puspen) TNI mengonfirmasi bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembak dua warga sipil tukang bangunan di Kompleks Gereja GKI Imanuel Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (4/6) sekitar pukul 08.00 WIT.
TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) melakukan pendataan bangunan sekolah yang rusak di Wamena, Jayawijaya. Pendataan ini dilakukan Babinsa Koramil 1702-04/Kelila, Sertu Yos Rudolph.
Pesawat angkut militer terbaru milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), C-130J Super Hecules sukses melaksanakan uji pendaratan di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Minggu (3/3).
Bentrok antara suku terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bentrokan ini terjadi antara dua suku yakni suku lanny dan suku walak di Distrik Ubigiak. Dilansir dari website mitratnipolri, perang suku yang terjadi beberapa waktu lalu ini mengakibatkan 1 korban meninggal dunia, 14 orang luka, 6 unit rumah terbakar, 2 unit mobil dan 2 unit sepeda motor terbakar.
Menyambut HUT RI Ke-78 di Jayawijaya, 5000 orang terdiri dari perwakilan ASN Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya, TNI-Polri, kelompok masyarakat, mahasiswa serta siswa-siswi sekolah dasar hingga tingkat menengah atas membentangkan bendera merah putih sepanjang 2.023 meter.