Bendera Merah Putih Sepanjang 2.023 Meter Dibentangkan di Jayawijaya

Jakarta, IDM - Menyambut HUT RI Ke-78 di Jayawijaya, 5000 orang terdiri dari perwakilan ASN Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya, TNI-Polri, kelompok masyarakat, mahasiswa serta siswa-siswi sekolah dasar hingga tingkat menengah atas membentangkan bendera merah putih sepanjang 2.023 meter.
Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Cpn Athenius Murip dalam keterangan resminya diterima, Kamis, (17/8) mengatakan pembentangan bendera ini dilakukan sepanjang jalan Yos Sudarso, Distrik Wamena.
Baca Juga: Pesawat TNI AL Laksanakan SAR Kecelakaan Kapal di Perairan Pulau Fani
"Pembentangan bendera ini untuk menggelorakan semangat kemerdekaan Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat Papua Pegunungan. Diharapkan kita terus menggelorakan semangat ini dan selalu mensyukuri kemerdekaan NKRI yang telah memasuki tahun ke-78, bendera merah putih merupakan identitas dan simbol bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dipertahankan seluruh masyarakat Indonesia," kata Athenius.
Dia menambahkan, beragam kegiatan digelar untuk meningkatkan rasa nasionalisme, termasuk pembentangan bendera sepanjang 2.023 meter.
Baca Juga: Singgung Pembebasan Sandera di Papua, Ini Pesan Kasum TNI untuk Koopssus
"Ini merefleksikan betapa sulitnya para pahlawan merebut kemerdekaan untuk mengibarkan bendera merah putih," kata Dandim.
"Perjuangan para pahlawan belum selesai, sekarang giliran kita untuk selalu menjaga supaya bendera merah putih selalu berkibar di ibu pertiwi khususnya Papua Pegunungan," imbuhnya. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































