HANKAM

TNI Konfirmasi OPM Tembak Dua Sipil Pekerja Bangunan Gereja di Papua Pegunungan

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi. (Foto: Dok. Dok Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Pusat Penerangan (Puspen) TNI mengonfirmasi bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembak dua warga sipil tukang bangunan di Kompleks Gereja GKI Imanuel Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (4/6) sekitar pukul 08.00 WIT.

Kedua korban adalah RH (45) dan S (39) yang bekerja mengecat bangunan Gereja GKI Immanuel Air Garam.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi melalui keterangan tertulisnya mengatakan, kedua korban tewas akibat luka tembak. Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Wamena.

Baca Juga: Marinir Indonesia dan Amerika Lanjut Latihan Tembak Reaksi di California

“TNI menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas insiden ini dan mengecam keras tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak bersenjata, apalagi dalam rangka pembangunan Gereja,” kata Kristomei dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (8/6).

Kristomei mengatakan, tindakan tersebut tidak hanya mencederai rasa kemanusiaan, tetapi juga menjadi ancaman nyata terhadap upaya pembangunan dan pelayanan peribadatan masyarakat di wilayah Papua.

Ia menyebutkan aksi tersebut menunjukkan bahwa OPM berupaya menciptakan ketakutan dan menghambat pembangunan fasilitas umum dan keagamaan di wilayah Papua Pegunungan.

TNI bersama pemerintah daerah akan terus meningkatkan pengamanan dan melakukan investigasi terhadap peristiwa ini.

Baca Juga: Gelar Open Base, Lanud Hang Nadim Tumbuhkan Minat Kedirgantaraan Generasi Muda

“Ini adalah serangan terhadap kemanusiaan dan perdamaian. Menyerang pekerja sipil yang sedang membangun rumah ibadah adalah tindakan biadab yang tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun. Kami sangat mengecam keras kebiadaban ini dan memastikan bahwa aparat keamanan akan terus mengejar pelaku, melakukan langkah tegas untuk menjaga keselamatan warga,” kata Kristomei.

Aksi penembakan itu dilakukan oleh kelompok OPM yang beroperasi di wilayah pegunungan Jayawijaya, khususnya di sekitar Distrik Asotipo. Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah pegunungan.

Mengutip keterangan Satgas Ops Damai Cartenz, kelompok tersebut kuat diduga merupakan bagian dari jaringan OPM pimpinan Egianus Kogoya dan berafiliasi dengan nama-nama seperti Asbak Koronue dan Hakim dari pasukan Yahukimo. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.