Tiga Orang Tewas Akibat Serangan Houthi di Saudi

Jakarta, IDM - Otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa tiga orang tewas dan 36 lainnya luka-luka akibat serangan rudal di dua bandara. Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Melansir Al Jazeera, Kamis (8/10), General Authority of Civil Aviation (GACA), otoritas penerbang sipil Saudi, melaporkan Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran dalam dua serangan terpisah pada Selasa dan kemarin.
Baca Juga: Lalui Proses Diplomasi Panjang, Kemlu Fasilitasi Kepulangan 4 Kru Kapal dari Perompak Somalia
"Serangan di Bandara Internasional Abha menewaskan dua warga perempuan, seorang warga Maroko dan seorang warga Aljazair, dan melukai 28 lainnya. Serangan di Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh menewaskan seorang warga Sudan dan melukai delapan warga, termasuk lima warga Saudi," kata GACA.
GACA menuturkan, pihaknya tengah berkoodinasi dengan otoritas keamanan terkait untuk menilai kerusakan dan mengambil semua tindakan yang diperlukan guna memastikan keselamatan penumpang dan pekerja.
Baca Juga: Tiga Tahun Konflik Gaza, PBB Serukan Israel-Hamas Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata
Juru bicara Houthi, Yahya Saree mengklaim telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang menjadi klaim ketiga Houthi menargetkan bandara tersebut selama sepekan.
"Angkatan bersenjata kami telah berhasil menargetkan Bandara King Khalid di Riyadh dengan rudal balistik; rudal tersebut mengenai sasaran secara presisi dan menyebabkan gangguan pada operasional bandara," kata Saree melalui platform X @Yah_Saree.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































