Tewaskan Tujuh Stafnya, Pendiri WCK Sebut Israel Menyerang Secara Sistematis

Jakarta, IDM - Pendiri World Central Kitchen (WCK) Jose Andres mengatakan bahwa tujuh stafnya tewas ketika menyalurkan bantuan makanan di Gaza, karena diserang Israel secara sistematis.
Dilansir dari Reuters, Kamis (4/4), Andres menegaskan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan otoritas militer Israel terkait pergerakan mereka ketika akan menyalurkan makanan. Dengan demikian, ia meyakini bahwa serangan itu sudah pasti disengaja.
“Ini bukan sekadar situasi asal, di mana ‘oops’ (tidak sengaja) menjatuhkan bom di tempat yang salah,” kata Andres.
Baca Juga: Pemerintah Inggris Didesak Hentikan Penjualan Senjata ke Israel, Ini Alasannya
Ia menjelaskan, ketiga kendaraan yang dikendarai para staf kemanusiaan itu sudah pasti terlihat jelas dari udara, di mana masing-masing mobil terdapat logo WCK.
“Ini berjarak lebih dari 1,5-1,8 kilometer, dengan konvoi kemanusiaan yang sangat jelas dan memiliki tanda-tanda di bagian atas, di atap. Logo yang sangat berwarna-warni dan tentunya sangat kami banggakan. Sehingga sangat jelas siapa kami dan apa yang kami lakukan," ujarnya.
"Mereka menargetkan kami di zona dekonflik, di wilayah yang dikuasai IDF. Mereka mengetahui bahwa tim kami sedang bergerak di jalan itu dengan tiga mobil," tambahnya.
Baca Juga: Tambah Personel, Ukraina Turunkan Batas Wajib Militer Menjadi 25 Tahun
Para staf kemanusiaan tersebut tewas ketika mobil yang mereka kendarai dihantam dari udara usai mendistribusikan 100 ton makanan yang dibawa ke Jalur Gaza melalui laut pada beberapa waktu lalu.
“Sepertinya ini adalah perang melawan kemanusiaan itu sendiri. Anda tidak akan pernah bisa memenangkan perang itu. Karena umat manusia pada akhirnya akan selalu menang,” pungkasnya. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































