INTERNASIONAL

Teruji di Ukraina, Australia akan Beli HIMARS

Teruji di Ukraina, Australia akan Beli HIMARS
Sistem roket artileri mobilitas tinggi atau HIMARS (Dok. Lockheed Martin)

Jakarta, IDM - Australia mengumumkan akan meningkatkan kemampuan pertahanannya dengan sistem roket artileri mobilitas tinggi atau HIMARS. Sistem pertahanan udara ini telah digunakan secara efektif oleh Ukraina menghadapi Rusia di medan perang yang menginvasi sejak Februari tahun lalu.

Dilansir dari Defence.gov.au, Jumat (6/1), Menteri Industri Pertahanan Australia Pat Conroy menyatakan bahwa HIMARS akan mampu menangkal serangan terhadap negaranya. Hal ini dinilai dari penggunaan secara masif dan teruji di Ukraina yang membuat pemerintah bertindak cepat memesan sistem tersebut, mengingat adanya permintaan global yang meningkat untuk HIMARS.

“Efektivitas sistem HIMARS dalam konflik Ukraina mempengaruhi keputusan pemerintah. Peluncur HIMARS telah berhasil dikerahkan oleh militer Ukraina selama beberapa bulan terakhir dan merupakan kemampuan baru yang substansial untuk Angkatan Darat Australia,” ujar Conroy.

Ukraina telah menggunakan HIMARS yang terbukti mampu mencapai target jarak jauh, termasuk serangan baru-baru ini terhadap barak sementara yang menewaskan sekitar 89 tentara Rusia. Selain itu, sistem HIMARS juga diklaim oleh Amerika Serikat sebagai sistem pertahanan udara paling canggih saat ini.

Dalam pernyataannya, Conroy menjelaskan bahwa akuisisi sistem pertahanan ini mencapai $700 juta, termasuk beberapa persenjataan lain yang dikontrak secara terpisah yaitu rudal anti kapal asal Norwegia. Nantinya, rudal itu akan melengkapi kapal perusak Australia dan menggantikan rudal anti kapal Harpoon yang menua pada tahun 2024.

Baca: Prancis akan Kirim Tank AMX-10 ke Ukraina

Sementara itu, HIMARS akan siap digunakan pasukan Australia pada tahun 2026. Menurut Conroy, sistem yang saat ini memiliki jangkauan 300 kilometer, diperkirakan akan meningkat dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.