INTERNASIONAL

Terkait 28 Poin Rencana Damai Rusia-Ukraina, Ini Kata Trump

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Dok. X/The White House)

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa proposal damai Rusia-Ukraina yang berisi 28 poin merupakan sebuah garis besar, bukan rencana perdamaian yang telah final.

"Itu semua adalah garis besar. Itu bukan rencana. Itu sebuah konsep," ujarnya sebelum lepas landas menggunakan Air Force One, melansir siaran YouTube The White House, Rabu (26/11).

"Dan dari sana, mereka mendiskusikan masing-masing dari 28 poin, lalu berkurang menjadi 22 poin. Banyak yang diselesaikan dan sebenarnya sangat baik. Jadi, kita lihat saja nanti," tambahnya.

Baca Juga: Zelensky Sebut Rencana Damai Tengah Dinegosiasikan dengan AS

Ketika ditanya tentang konsesi yang harus diberikan Rusia, Trump mengatakan Moskow sudah menawarkan sebuah "konsesi besar", tanpa menjelaskan lebih lanjut. "Mereka berhenti berperang dan tidak akan merebut tanah lagi," katanya.

Ia pun mengakui bahwa penyelesain konflik tidaklah mudah dan singkat. Sejalan dengan keinginan para pemimpin Eropa, Trump ingin konflik segera berakhir.

"Batas waktu bagi saya adalah ketika semuanya berakhir… Semua orang lelah berperang," katanya saat ditanya terkait tenggat waktu diraihnya kesepakatan.

Baca Juga: Komandan Senior Hizbullah Tewas, Iran Ancam Balasan Keras terhadap Israel

Ia juga berencana akan mengirim Utusan Khusus AS Steve Witkoff untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada pekan depan. Menurutnya, pertemuan itu akan terjadi jika telah ada kemajuan signifikan dalam rencana damai tersebut.

Adapun, rencana berisi 28 poin itu menetapkan agar Ukraina konsesi teritorial, membatasi kapasitas militer, dan berhenti berupaya untuk menjadi anggota aliansi NATO. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.