Terima Banyak Kecaman, Israel Umumkan Jeda Perang Terbatas di Gaza

Jakarta, IDM – Setelah menerima desakan dan kritik internasional secara masif, Israel mengumumkan jeda pertempuran terbatas selama 10 jam per hari di tiga wilayah padat di Gaza.
Aktivitas militer akan dihentikan setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 (07.00-17.00) waktu setempat.
Untuk konvoi pengiriman makanan dan obat-obatan juga akan diberlakukan antara pukul 06.00 dan 23.00 mulai Minggu (27/7).
Momen tersebut dimanfaatkan Yordania dan Uni Emirat Arab untuk menjatuhkan pasokan bantuan kemanusiaan lewat udara untuk warga Palestina.
Baca Juga: Israel Berlakukan ‘Jeda Harian’ Operasi Militer di Gaza
Badan bantuan pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membutuhkan persetujuan cepat dari Israel agar truk-truknya dapat memasuki Gaza jika ingin memanfaatkan jeda kemanusiaan.
Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tom Fletcher mengatakan beberapa pembatasan pergerakan telah dilonggarkan oleh Israel di Gaza setelah Israel memutuskan untuk membuka akses bantuan selama satu pekan.
“Laporan awal menunjukkan bahwa lebih dari 100 truk bantuan telah dikumpulkan dari titik-titik penyeberangan untuk diangkut ke Gaza, kata Fletcher, dikutip dari Reuters, Senin (28/7).
Baca Juga: Trump Sebut Thailand-Kamboja Segera Bertemu untuk Capai Gencatan Senjata
"Ini merupakan kemajuan, tetapi bantuan dalam jumlah besar dibutuhkan untuk mencegah kelaparan dan krisis kesehatan yang dahsyat," tambahnya.
Kemudian, Bulan Sabit Merah Mesir menyatakan telah mengirimkan lebih dari 100 truk yang membawa lebih dari 1.200 metrik ton makanan ke Gaza selatan.
Di sisi lain, Israel mengeklaim pihaknya telah mengizinkan masuknya bantuan ke Gaza.
Baca Juga: Konflik Thailand-Kamboja, Indonesia Harus Jalankan Shuttle Diplomacy untuk Perdamaian
Namun, Israel memilih untuk mencegah bantuan masuk dan menyalahkan Hamas atas penderitaan rakyat Gaza.
Adapun jeda pertempuran dilakukan untuk memperlancar bantuan kemanusiaan. Tetapi, laporan serangan, kelaparan, dan penahanan kapal bantuan di perairan internasional memunculkan keraguan atas niat kemanusiaan sesungguhnya dari kebijakan Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jeda tak akan berarti tanpa komitmen serius untuk menghentikan kekerasan dan memastikan bantuan sampai ke tangan warga. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































