Tambah Pasukan, NATO Siap Tangani Konflik di Kosovo

Jakarta, IDM - Pasukan penjaga perdamaian NATO khusus untuk Kosovo atau KFOR, menyatakan siap siaga untuk menghadapi kemungkinan pecahnya konflik antara Kosovo dengan Serbia yang menjadi semakin intens.
"Kami siap untuk menghadapi keadaan apa pun. Itulah alasan mengapa kami menambah pasukan. Kami siap bertindak," kata komandan KFOR, Angelo Michele Ristuccia melansir Reuters pada Rabu (21/6).
Sebelumnya, sekitar 30 tentara KFOR terluka dalam bentrokan dengan demonstran Serbia di perbatasan utara Kosovo pada akhir Mei lalu. Untuk itu, KFOR pun dilaporkan telah mengirim sekitar 700 tentara tambahan untuk meningkatkan kekuatan di daerah tersebut.
Baca Juga: Australia dan Singapura Sukses Gelar Latihan Operasi Mobilitas Udara
Ristuccia menjelaskan, kini situasi di lapangan sudah sedikit tenang namun demonstrasi oleh pihak-pihak terkait masih terus berlangsung. Ia menilai, satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan konflik itu adalah komunikasi politik antara kedua belah pihak untuk deeskalasi. "Kami di sini untuk menghindari situasi memburuk dan meredakan ketegangan," kata Ristuccia.
"Tidak ada solusi militer untuk saat ini karena satu-satunya cara penyelesaian adalah keputusan politik yang didasarkan pada keinginan kedua belah pihak untuk menormalkan hubungan mereka. Tapi pertama-tama de-eskalasi," tambahnya.
Baca Juga: Beri Pasokan untuk Ukraina, Jerman Dilaporkan Kekurangan Stok Peluru Artileri
Wilayah utara Kosovo, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Serbia telah mengalami ketegangan sejak negara itu mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008. Bentrokan kali ini dipicu oleh aksi boikot pemilu lokal di empat kotamadya yaitu Zvecan, Zubin Potok, Leposavic dan Mitrovica Utara, bagian utara Kosovo pada bulan lalu.
Sekitar 50.000 orang Serbia yang tinggal wilayah itu menolak hasil pemungutan suara pemilihan walikota terbaru sebagai protes atas tuntutan mereka terkait hak otonomi tidak dipenuhi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































