INTERNASIONAL

Taiwan Curigai Cina Sabotase Kabel Internet Bawah Laut

Hull 629
Kapal Fregat Tongling (Hull 629) Cina saat latihan maritim pada 2022 (Foto: Dok. China Military)

Jakarta, IDM – Jaringan kabel internet bawah laut yang krusial bagi Taiwan diduga telah dipotong oleh kapal milik Cina. Hal tersebut dikhawatirkan menjadi langkah awal dari eskalasi lebih lanjut Cina terhadap Taiwan yang menolak reunifikasi.

Dilansir dari AP, Kamis (9/3), penjaga pantai Taiwan mengejar kapal penangkap ikan Cina yang memotong kabel namun lolos melarikan diri ke perairan negaranya pada 2 Februari. Seminggu kemudian, sebuah kapal kargo Cina melakukan hal serupa.

Baca Juga: AS Latih Pilot Ukraina Gunakan Simulator Jet Tempur

“Kami tidak dapat mengesampingkan bahwa Cina menghancurkannya dengan sengaja. Taiwan perlu menginvestasikan lebih banyak sumber daya untuk memperbaiki dan melindungi kabel bawah laut,” ujar Su Tzu-yun, peneliti Institute for National Defense and Security Taiwan.

Kabel internet berlapis baja memiliki lebar antara 20 hingga 30 milimeter. Ketika berada di perairan dangkal, besar kemungkinan akan tanpa sengaja rusak oleh jangkar atau kapal pengangkap ikan yang menggunakan jaring baja. Meskipun tidak memiliki bukti kuat adanya tindakan sabotase Cina, tetapi kerusakan yang terlihat di jaringan kabel itu dicurigai hasil pemotongan oleh alat khusus.

“Tingkat kerusakan ini sangat tidak biasa untuk sebuah kabel, bahkan di perairan dangkal Selat Taiwan,” ujar kepala di Pusat Informasi Jaringan Asia Pasifik Geoff Huston.

Baca Juga: Korut Sebut AS Ancam Stabilitas Keamanan Internasional

Terputusnya kabel internet ini menyebabkan warga Kepulauan Matsu, pulau terluar Taiwan yang dekat dengan pantai Cina, terpaksa harus menggunakan transmisi gelombang mikro untuk sementara waktu. Selain mengganggu kehidupan sehari-hari, terputusnya kabel internet yang tampaknya tidak berbahaya, memiliki implikasi besar bagi keamanan nasional.

Seperti invasi di Ukraina, Rusia telah menjadikan infrastruktur internet sebagai salah satu bagian penting dari strateginya. Beberapa ahli menduga Cina mungkin telah memotong kabel dengan sengaja dalam upaya reunifikasi paksa. Sebelumnya, Pemerintahan Xi Jinping telah berulang kali mengerahkan pesawat tempur dan kapal angkatan laut negaranya untuk menekan Taiwan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.