Situasi Memanas di Perbatasan Israel-Lebanon

Jakarta, IDM - Situasi memanas seiring meningkatnya konflik bersenjata di perbatasan Lebanon dengan Israel. Konflik itu melibatkan kelompok militan Hizbullah dan Angkatan Bersenjata Israel.
Dilansir dari Reuters, Jumat (17/11), Hizbullah mengatakan mereka telah menembak rudal ke delapan target di seberang perbatasan, termasuk sekelompok tentara Israel, barak dan pos militer lainnya.
Baca Juga: Korut Sebut AS dan Sekutu Perburuk Ketegangan di Semenanjung Korea
Senada, Otoritas keamanan Lebanon mengatakan Israel juga telah melakukan serangkaian pengeboman dan drone. Serangan itu dilaporkan berdampak pada rusaknya bangunan di beberapa desa yang berada di sepanjang perbatasan selatan Lebanon.
Sementara, otoritas militer Israel mengatakan dalam bahwa mereka menyerang sebuah "sel" di Lebanon karena itu merupakan tempat Hizbullah meluncurkan rudal anti-tank ke arah Israel dan menembakkan artileri ke sasaran lain.
Baca Juga: Zelensky Klaim Ukraina Berhasil Pukul Mundur Rusia di Laut Hitam
“Ini untuk mendukung rakyat Palestina yang teguh di Jalur Gaza," kata perwakilan Hizbullah yang tidak disebutkan namanya.
Baku tembak itu menjadi konflik yang paling parah terjadi di perbatasan sejak Israel dan Hizbullah saling serang selama sebulan pada tahun 2006. Dilaporkan sekitar 70 militan Hizbullah dan 10 warga sipil tewas di Lebanon. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































