Sistem Pertahanan Udara NASAMS tiba di Ukraina

Jakarta, IDM - Sistem Pertahanan Udara NASAMS telah tiba di Ukraina untuk memperkuat militer negara itu melawan invasi Rusia. Informasi tersebut terungkap dari cuitan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov di akun twitter-nya, Senin (7/11). Ini merupakan kelanjutan dari tawaran AS untuk membantu pertahanan udara Ukraina setelah beberapa kota dihujani rudal dan pesawat nirawak Rusia.
Paket persenjataan ini adalah awal dari enam NASAMS tambahan yang akan dikirimkan secara berkala oleh AS. “Senjata-senjata ini akan memperkuat Tentara Ukraina secara signifikan dan akan membuat langit kita lebih aman. Kami akan terus menembak jatuh target musuh yang menyerang kami,” ujar Oleksii.
NASAMS dikembangkan bersama oleh perusahaan senjata AS dan Norwegia serta dirancang untuk pertahanan udara jarak menengah lebih dari 160 km. Sistem ini juga fleksibel untuk digunakan dalam berbagai lingkungan seperti kutub, tropis dan gurun.
Baca: Cina Pamer Sistem Pertahanan Anti-Drone ZR-1500
Pengiriman bantuan pertahanan ini hadir dit engah situasi rentan setelah serangan berkepanjangan Rusia, termasuk terhadap fasilitas energi di Ukraina. Serangan pesawat nirawak Rusia selama sebulan terakhir, telah menghancurkan sumber pembangkit listrik Ukraina. Kondisi ini membuat pemerintah menekan penghematan listrik untuk persiapan musim dingin yang akan datang. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































