Sinyal Damai AS-Israel-Iran, Menlu Araghchi Sebut Kesepakatan Belum Final

Jakarta, IDM – Sinyal berakhirnya ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini menggelinding kencang. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, melempar kode keras, kesepakatan permanen untuk menyudahi konflik segitiga tersebut sudah di depan mata.
Melalui akun X resminya, Araghchi menyebut sebuah dokumen diplomatik penting tengah bergulir intensif. Dokumen tersebut bernama resmi Nota Kesepahaman Islamabad (The Islamabad Memorandum of Understanding).
"Nota Kesepahaman Islamabad tidak pernah sedekat ini," cuit Araghchi lewat akun X pribadinya, dikutip di Jakarta, Jumat (12/6).
Meski mengonfirmasi kemajuan besar tersebut, Araghchi langsung memasang rem agar situasi tidak liar. Berhubung draf perdamaian masih dalam tahap penyelarasan akhir, dia meminta seluruh media internasional untuk menahan diri dan tidak menyebarkan rumor sepihak terkait poin-poin kesepakatan.
Baca Juga: Badan Nuklir PBB Sahkan Resolusi yang Tuntut Iran Lapor Stok Uranium
"Menunggu proses finalisasi, media sebaiknya menahan diri untuk tidak masuk ke dalam spekulasi mengenai isinya. Sejalan dengan pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, seluruh detail akan dibagikan kepada publik pada waktunya," tegas Araghchi.
Pernyataan Araghchi ini menjadi sinyal paling terang dari Teheran, terobosan besar yang digelorakan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump bakal menjadi kenyataan. Namun, saat berbicara di stasiun televisi Iran, Press TV, Araghchi kembali menggarisbawahi, hingga detik ini belum ada dokumen resmi yang ditandatangani.
Isu Nuklir hingga Selat Hormuz jadi Taruhan
Melansir laporan Al Jazeera, Nota Kesepahaman Islamabad ini dirancang dalam dua tahapan besar. Tahap pertama berfokus pada moratorium atau penghentian total saling serang di lapangan, termasuk menyetop operasi militer Israel di Lebanon secara permanen dengan komitmen untuk tidak meluncurkan serangan kembali.
Masuk ke tahap kedua, barulah negosiasi teknis yang jauh lebih berat dimulai. Langkah krusial ini mencakup tuntutan pembersihan total program nuklir Iran serta pembuangan seluruh material nuklir yang mereka miliki. Sebagai imbalannya, AS berjanji mencairkan aset-aset Iran yang membeku sekaligus menghapus sanksi ekonomi secara masif.
Baca Juga: Kompak! 22 Negara Termasuk AS Peringatkan Iran Stop Teror
Tak hanya itu, nasib jalur perdagangan dunia di Selat Hormuz juga dipertaruhkan. Gedung Putih menegaskan syarat mutlak agar selat strategis tersebut tetap dibuka di bawah kedaulatan Iran dan Oman tanpa intervensi militer, serta menuntut Teheran menyetop total dukungan terhadap kelompok proksi atau milisi perpanjangan tangan mereka di Timur Tengah.
Trump Optimistis, Internal Teheran Masih Ketat
Di kubu seberang, Trump justru melempar nada yang jauh lebih optimistis. Berbicara kepada Axios,Trump meyakini kesepakatan raksasa antara AS dan Iran ini sangat mungkin diteken dalam waktu dekat.
"Saya percaya kesepakatan baru ini bisa ditandatangani akhir pekan ini," ujar Trump.
Baca Juga: Presiden Korut Tekankan Dukungan pada Putin
Trump bahkan mengklaim pihak Iran telah melayangkan permohonan maaf secara tertutup karena sempat menyebarkan informasi keliru terkait poin-poin draf perjanjian ke publik.
Walau Trump tampak terburu-buru, realisasi di lapangan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk meresmikan draf Nota Kesepahaman Islamabad ini, internal Iran harus melewati birokrasi berlapis yang sangat ketat.
Draf kesepakatan wajib diputar dan mendapat persetujuan mutlak mulai dari Markas Besar Angkatan Darat, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), para politisi di parlemen, hingga keputusan akhir berada di tangan Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Ayatollah Ali Khamenei.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































