Simulasi Perang di Jerman, Ratusan Pasukan Terjun Payung Inggris dan Prancis Serbu Wilayah Latihan NATO

Jakarta, IDM – Pemerintah Inggris mengerahkan ribuan tentara gabungan bersama militer Prancis untuk menggelar latihan perang skala besar di Eropa. Operasi militer lintas negara ini melibatkan pengerahan pasukan lintas udara terbesar dalam dua dekade terakhir.
Melansir The Straits Times, Minggu (25/10), latihan militer gabungan bertajuk Rhino Titan tersebut berlangsung di pusat pelatihan militer Sennelager, Jerman. Sebanyak 2.500 prajurit mengikuti rangkaian latihan selama tujuh pekan guna menguji ketahanan pasukan menghadapi ancaman serangan modern.
Baca Juga: Indonesia-Australia Sepakat Pererat Hubungan Bilateral
Puncak latihan mencakup aksi penerjunan 600 pasukan terjun payung asal Inggris dan Prancis. Ratusan prajurit elite tersebut melompat dari empat pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas milik Angkatan Udara Inggris di langit Jerman.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyatakan, aliansi militer harus beradaptasi dengan lanskap pertempuran abad ke-21. Simulasi perang ini dirancang khusus untuk menguji kemampuan pasukan menghadapi musuh yang mengandalkan pesawat tanpa awak atau drone serta perang elektronik.
"Ancaman yang kita hadapi pada abad ke-21 menuntut pendekatan peperangan modern yang diperbarui, dan angkatan bersenjata kita yang adaptif sedang mempersiapkan diri," ujar Streeting dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Tandatangani MoU, Turki-Kanada Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Ia menambahkan, kehadiran pasukan gabungan bersama Jerman dan Prancis membuktikan kemampuan aliansi dalam mengerahkan kekuatan tempur lintas udara dengan cepat di wilayah manapun. Kolaborasi militer ini bertujuan memperkuat efek gentar bagi pihak lawan demi menjaga keamanan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.
Latihan skala besar ini berlangsung di tengah eskalasi ketegangan Eropa akibat kekhawatiran terhadap agresi militer Rusia menyusul invasi ke Ukraina. Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara barat kerap menuduh Moskow melancarkan kampanye hibrida yang mencakup spionase, sabotase, hingga perusakan kabel bawah laut, meski tuduhan tersebut berulang kali dibantah oleh Moskow.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































