INTERNASIONAL

Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Ini yang Ditunggu Indonesia

Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang
Kepala Biro (Karo) Infohan Setjen Kemhan RI Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang di Kemhan RI, Jakarta. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kepala Biro (Karo) Infohan Setjen Kemhan RI Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang kembali menekankan bahwa Indonesia siap mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.

Namun, ia menuturkan bahwa pengerahan putra-putri terbaik bangsa itu belum akan terwujud hingga disahkannya mandat dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Selain itu, hal yang juga krusial adalah persetujuan dari negara tuan rumah misi tersebut.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Eks Gubernur Jenderal Australia, Ini yang Dibahas

"Kita tidak bisa secara sepihak mengirimkan langsung tapi kita membutuhkan persetujuan dan tentunya mandat dari PBB yang sangat penting," imbuh Frega dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Rabu (29/10).

Hingga saat ini, kata dia, koordinasi antarlembaga terus dilakukan termasuk oleh Mabes TNI maupun staf operasi luar negeri dan pemangku kepentingan lainnya, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Adapun pada Senin (27/10), Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merencanakan jumlah dan komposisi pasukan hingga jenis alutsista yang akan dikerahkan tersebut.

Baca Juga: Trump Tegaskan Gencatan Senjata Gaza tak akan Gagal Meski Ketegangan Meningkat

Dalam mewujudkan amanah UUD 1945, Indonesia kini menjadi negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian terbanyak kelima di dunia. Sekitar 2.700 personil ditugaskan dalam delapan misi PBB di berbagai belahan dunia.

Secara garis besar, pasukan penjaga perdamaian PBB memberi dukungan keamanan dan politik untuk negara-negara yang bertransisi dari konflik menuju perdamaian, yang dipandu oleh tiga prinsip dasar yaitu persetujuan para pihak, ketidakberpihakan, dan tidak menggunakan kekerasan kecuali untuk membela diri atau mempertahankan mandat. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.