INTERNASIONAL

Setahun Invasi, Rusia Bergantung Pada Komponen Pesawat Nirawak dari Barat

Orlan-10
Orlan-10 Rusia yang digunakan saat latihan Kavkaz pada tahun 2020 (Foto: Dok. Tass)

Jakarta, IDM – Pesawat nirawak merupakan salah satu kunci penting bagi Rusia dalam agresi militer di Ukraina, salah satunya Orlan-10, yang suku cadang utamanya berasal dari barat. Memasuki tahun kedua konflik, nyatanya Rusia mengandalkan komponen dari negara asing untuk mempertahankan kemampuan militernya.

Dilansir dari Business Insider, Selasa (28/2), sebuah penelitian dari Royal United Studies Institute (RUSI) melaporkan bahwa perusahaan Rusia yang membangun Orlan-10 terus menggunakan teknologi dan suku cadang barat meskipun ada sanksi berat yang dijatuhkan pada Rusia sebagai tanggapan atas serangannya terhadap Ukraina.

Lebih lanjut, RUSI menjelaskan bahwa perusahaan Rusia the Special Technology Centre Limited Liability, telah mengimpor lebih banyak teknologi dari barat sejak memulai invasi. Rusia mengandalkan distributor yang berbasis di beberapa negara antara lain Amerika Serikat (AS), Cina dan Korea Selatan. Bahkan, intelijen Rusia kemungkinan besar berperan penting untuk memasok suku cadang ini dari berbagai perusahaan di negara asing tersebut.

“Impor memungkinkan militer Rusia untuk mempertahankan dan memperluas produksi pesawat tak berawak secara besar-besaran di negara itu. Orlan-10 merupakan sebuah platform kunci dan memungkinkan militer Rusia untuk menghujani tembakan akurat ke formasi Ukraina,” ujar RUSI.

Menurut Jack, peneliti senior RUSI, Orlans-10 memiliki nilai efektivitas yang tinggi dengan biaya produksi rendah karena setiap unit bernilai sekitar $87.000 hingga $120.000.

Baca: Rusia Klaim Telah Hancurkan 8.042 Tank Sejak Invasi di Ukraina

"Sistem udara nirawak yang paling sulit dikalahkan di medan perang adalah Orlans," ujar Jack.

Pasukan Rusia telah menggunakan Orlan-10 terutama untuk pengintaian dan akuisisi target. Artileri Rusia dapat menghujani tembakan secara akurat dalam waktu tiga menit setelah Orlan-10 mengintai posisi Ukraina. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.